Cara Pakai Sinyal

Sinyal nyata yang ditarik langsung dari mesin analisis kami. Kita akan bedah setiap angka supaya Anda paham persis apa yang harus dilihat dan bagaimana memakainya di Stockity.

EUR/USD · 1M
CALL
69%
Keyakinan
75%
Kesepakatan
SEDANG
Risiko
FOR
78
3 Naik · 1 Turun · 0 netral3/1
IndikatorSinyalForBacaan
RSINaik50Kecenderungan jenuh jual (40)
BollingerNaik70Dekat band bawah (7%) - jenuh jual
MACDTurun55Tren turun
StochasticNaik80Sangat jenuh jual (K=0) (K=D)
Harga 1.1563Selisih 0.02%24 jam +0.08%Posisi harian 67%

1. Arah dan Keyakinan

Kata besar - NAIK - adalah keputusan indikator. Ke arah itulah Anda entry di Stockity.

  • Naik = indikator menunjuk ke atas, harga cenderung naik
  • Turun = indikator menunjuk ke bawah, harga cenderung turun
  • TUNGGU = indikator terpecah. Jangan paksa entry saat ini

Keyakinan (69%) berkisar 0 sampai 95%. Makin tinggi, makin besar kesepakatan antar indikator. Kesepakatan (75%) adalah persentase indikator aktif yang menunjuk ke arah yang sama. Kalau 3 dari 4 indikator menyebut Naik, kesepakatannya 75%.

2. Bar Kekuatan

FOR (78) mengukur intensitas indikator, dari 0 sampai 100. Kekuatan tinggi biasanya muncul ketika indikator berada di titik ekstrem teknis - misalnya RSI di bawah 20 atau Bollinger menyentuh band bawah. Ini sering menandakan pembalikan. Kekuatan rendah berarti sinyal lebih malu-malu, tanpa titik ekstrem besar.

3. Konfluensi - Memahami Voting

3 Naik · 1 Turun · 0 netral. Proporsinya 3/1. Makin banyak indikator di sisi yang sama = sinyal makin kokoh. Kalau ada 3 Naik dan 1 Turun, sinyalnya Naik tapi ada satu yang membelot - itu sebabnya risikonya tidak RENDAH.

4. Tabel Indikator

  • RSI - mengukur jenuh beli (>70) dan jenuh jual (<30). Saat berada di titik ekstrem, peluang pembalikan lebih besar. Antara 40 dan 60 itu netral, tidak banyak membantu.
  • Bollinger - menunjukkan posisi harga terhadap band. Menyentuh band bawah = jenuh jual. Menyentuh band atas = jenuh beli. Di tengah kanal = tidak ada sinyal jelas.
  • MACD - mengikuti tren. Saat garisnya bersilangan, sinyalnya lebih kuat. "Persilangan naik" lebih berharga daripada sekadar "tren naik".
  • Stochastic - momentum jangka pendek. K di bawah 20 = jenuh jual. K di atas 80 = jenuh beli. Saat K menyilang D, sinyalnya menguat.

5. Konteks Harga

  • Harga - kutipan beli terkini (bid)
  • Selisih - selisih antara harga beli dan jual dalam %. Selisih tinggi di periode pendek (1M, 5M) memakan profit, jadi mesin sudah memotongnya dari keyakinan
  • 24 jam - seberapa besar harga berubah dalam 24 jam terakhir. Perubahan besar = volatilitas tinggi
  • Posisi harian - posisi harga dalam range 24 jam. 0% = berada di titik terendah hari itu, 100% = di titik tertinggi. Mesin memakai ini untuk menyesuaikan keyakinan: Turun dengan harga di puncak mendapat bonus, Naik dengan harga di puncak kena penalti

6. Konteks Pasar - Informasi Tambahan

Selain angka inti, Koala S Pro juga menampilkan konteks pasar. Ini bukan sinyal tersendiri, tapi membantu Anda membaca situasi secara utuh.

  • Tren Lebih Tinggi - arah tren pada periode yang lebih besar (1H, 4H, 1D) digabung jadi satu. Menunjukkan ke mana pasar cenderung bergerak secara keseluruhan.
  • Arah vs Tren - apakah sinyal saat ini searah atau berlawanan dengan tren besar. Sinyal searah tren lebih bisa diandalkan; sinyal berlawanan tren lebih berisiko karena melawan arus.
  • Volatilitas - seberapa besar harga bergerak dalam 24 jam. Volatilitas tinggi = peluang profit besar tapi juga risiko besar. Volatilitas rendah menyulitkan entry di periode pendek karena harga cenderung datar.
  • Sesi - sesi pasar yang sedang berlangsung (Asia, London, New York, atau tumpang tindih). Likuiditas tertinggi biasanya saat London dan New York tumpang tindih.

7. Tingkat Risiko

Ini bagian yang paling penting. Naik dengan keyakinan 95% tapi risiko TINGGI lebih buruk daripada Naik dengan keyakinan 70% dan risiko RENDAH. Risiko mengukur seberapa besar indikator saling bertentangan:

  • RENDAH = minimal 3 indikator aktif dan semuanya sepakat
  • SEDANG = mayoritas sepakat, tapi ada 1 yang membelot
  • TINGGI = indikator sangat terpecah atau sedikit yang aktif

Cara Pakai Praktis - Stockity

  1. Buka Stockity dan pilih pasangan yang sama dengan sinyal
  2. Atur grafik ke periode yang sama (contoh: kalau sinyalnya 5M, atur 5 menit)
  3. Waktu kedaluwarsa mengikuti periode: sinyal 5M → kedaluwarsa 5 menit; 15M → 15 menit
  4. Sinyal Naik → klik Naik. Sinyal Turun → klik Turun
  5. Kalau sinyalnya TUNGGU atau risikonya TINGGI dengan keyakinan rendah, jangan entry. Tunggu sinyal berikutnya. Sabar itu bagian dari strategi.